Peduli-Kolaka. Entah sudah berapa lama terpendam keinginan untuk mengutarakan apa yang ada di dalam pikiran saya. Hal ini bermula ketika saya menyadari bahwa setiap hari kita menghasilkan sampah, bahkan tubuh kita sendiri menghasilkan sampah.

Setelah melihat salah satu titik seperti yang terjadi di pasar tradisonal kolaka, bahkan terdapat banyak titik di kota kolaka ini yang menjadi tempat pembuangan sampah yang tidak di kelola dengan baik.

Untuk itu biarlah melalui peduli kolaka ini ku curahkan segala ide yang ada semoga bisa membantu masyarakat dan pemerintah agar lebih memperhatikan lagi masalah ini yang jika kita biarkan hari ini maka akan menjadi persoalan yang semakin rumit untuk diselesaikan.

Solusi Awal adalah memberikan edukasi kepada setiap warga masyarakat untuk memisahkan sampah plastik, kaleng atau logam serta sampah organik, dengan cara menggunakan kantong plastik yang berwarna, yaitu warna Hitam untuk sampah Organik, warna Kuning untuk, warna Merah untuk jenis kaleng atau logam, sehingga nantinya akan memudahkan petugas kebersihan untuk memilahnya.

Langkah edukasi dapat di berikan mulai dari tingkat TK sampai ke Perguruan Tinggi, Pegawai Negeri Sipil, Aparatur pemerintah mulai dari Desa, Lurah dan Camat, Organisasi Kepemudaan, Lembaga Swadaya Masyarakat, Perusahaan Swasta maupun yang berplat merah, bahkan TNI-Polri.

Peduli Kolaka percaya bahwa di kota kolaka ini banyak yang mempunyai ilmu pengetahuan bagaimana mengolah sampah dengan baik dan benar, namun saya yakin mereka tidak pernah tersentuh bahkan terkesan di acuhkan. Mereka ingin menyuarakan ide dan kreasi mereka namun terhalang oleh tembok Birokrasi serta protokoler.

Peduli kolaka percaya bahwa jika kita mengolah sampah dengan baik dan benar maka dapat menjadikan salah satu sumber pendapatan daerah. Untuk itu, baik pemerintah maupun swasta serta seluruh elemen masyarakat kabupaten kolaka mari kita sama-sama mejaga kota kolaka ini agar tertib sampah.

2 Komentar

  1. Sepakat gan, boleh deh kunjungi kelurahansilea.wordpress.com alhamdulilah pelan tpi pasti ksmi sdh mencoba 3R (reuse, recycle dan reduse) ini inti pengolahan sampah, program pengelolaan sampah berbasis masyrakat di kel silea walaupun blum begitu sempurna setidakx sdh bisa mengurangi penumpukan sampah dan memberikan nilai ekonomis tuk masyrakat

    BalasHapus
    Balasan
    1. siap mas bro insya allah kalau ada waktu saya berkunjung ke silea siapa tahu saya bisa bahas khusus di blog ini, terima kasih juga telah berkunjung dan memberi komentar di blog ini. Salam kompak selalu

      Hapus

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama