Jembatan Bambu Swadaya Masayarakat Ulunggolaka
Jembatan Bambu Swadaya Masayarakat Ulunggolaka
Peduli Kolaka. Kelurahan ulunggolaka masih merupakan salah satu daerah yang berada di sudut kota kabupaten kolaka dan masih dalam kategori terpencil, namun hal tersebut bukan merupakan sebuah penghalang bagi masyarakat Ulunggolaka untuk duduk berdiam diri menunggu bantuan program pemerintah daerah untuk melakukan pembangunan daerah mereka.

Salah satu bentuk usaha masyarakat ulunggolaka yaitu membangun sebuah Jembatan Bambu untuk menghubungkan dua tepi sungai yang sering di lalui oleh masyarakat sekitar dan para pelancong yang akan menuju ke tempat wisata alam berupa permandian air panas yang ada di daerah mereka.

Peduli Kolaka berkesempatan mengunjungi Kelurahan Ulunggolaka dan menyaksikan hasil usaha masyarakat ulunggolaka dalam membangun jembatan bambu hasil swadaya masyarakat.

Andi Aswar (50) yang merupakan salah satu tokoh masyarakat di Kelurahan Ulunggolaka menuturkan peduli kolaka menuturkan bahwa jembatan yang di bangun secara swadaya untuk mempermudah masyarakat dan wisatawan yang akan menuju ke tempat wisata alam permandian air panas.

"jembatan itu pak, mulai dari pengambilan bahan berupa bambu sampai selesai semuanya di kerjakan oleh masyarakat secara gotong royong dan kami di dampingi oleh bhabinkamtibmas kami sama pak babinsa" ucapnya.

Jembatan Bambu hasil swadaya masyarakat kelurahan Ulunggolaka kini nampak cantik dengan cat yang menarik. Jika ditaksir dengan rupiah maka pembuatan jembatan bambu tersebut akan menelan biaya sebesar Rp. 30.000.000.

Andi Aswar kemudian menambahkan bahwa pembuatan jembatan bambu tersebut hanya di selesaikan dalam jangka waktu 20 hari.

Berikut beberapa foto yang sempat di abadikan oleh Brigadir Husen. S.H yang menjadi petugas Bhabinkamtibmas di Kelurahan Ulunggolaka selama pembuatan jembatan bambu tersebut.

1. Pemasangan Tiang Gantung Jembatan Bambu


2. Pemotongan Bahan Jembatan Bambu
Pemotongan Bahan Jembatan Bambu
Pemotongan Bahan Jembatan Bambu

Dengan semangat gotong royong yang menjadi budaya khas kita, kita mampu menyelesaikan segala persoalan yang kita hadapi selagi kita bersatu.

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama