Peduli Kolaka. Masih ingatkah anda dengan La Jonga dan La Kojo, kali ini mereka hadir lagi menghiasi dunia baca anda.

La Jonga dan La Kojo sementara bercengkrama di beranda tentang masalah handphone dan segala pernak-perniknya, tiba-tiba mereka di kejutkan dengan kedatangan seorang kawan mereka yang sekarang menjadi pemimpin daerah.

Teh hangat teman cerita
Teh hangat teman cerita

"Assalamu alaikum" ucap orang yang baru datang
"Waalaikum salam" ucap keduanya membalas salam, setelah itu mereka berpelukan satu sama lain.

La Kojo   : "Muhamma...lamanya ini bapa baru muncul...eee..duduk ki pak"
La Jonga  : "Iyo di lama betul hae...sa kira kita di lupami sama bapa ini"ucapnya sambil melirik kepada La Kojo

Kawan mereka yang baru datang, langsung menghempaskan dirinya duduk diatas kursi bambu dan selaras kemudian menghela nafas panjangnya

"lagi bikin apa ini" ucap kawan mereka

La Jonga  : "ini pak bupati...kita lagi bicarakan ini hp pintar katanya da bilang ini he..." jawab La Jonga sambil menunjuk kawannya yang mempunyai perawakan kurus sesuai dengan namanya...

La Kojo   : "ma betul hae itu pak bupati...sekarang jamannya teknologi...kita mau apa saja bisa...apa lagi kalo sudah pake hape mi...puh mantap hae pak bupati"

La Jonga  : "ma bagaimana itu kabar pak bupati...bagaimana ji mamanya sama ana ana di rumah" tanya La Jonga

Kawan mereka kemudian menjawab : "baik-baik ji semuanya...tapi ini saya rasa sedikit lelah banyak sekali kegiatan kantor, makanya saya kesini siapa tau ada berita bagus"

La Kojo : "puh sekarang kita tidak bisa mi kita panggil lagi namanya Saipul...karena bupati mi"ucapnya sambil bercanda kepada kawannya yang ternyata sudah jadi orang besar.

Saipul  : "ah biasa ji saudara...tidak ada ji yang berubah sama saya, hanya karena adanya protokoler jadi sekarang sudah tidak bisa bebas lagi seperti dulu...sekarang saya punya tanggung jawab kepada masyarakat kita dan saya harus berpikir bagaimana membangun dan mensejerahtakan masyarakat" ucapnya sambil merangkul erat kawannya yang ada di sampingnya.

La Jonga : "ma botul tawwa Kojo...termasuk kamu dia pikirkan juga...tapi kamu yang tidak pernah pikirkan dia ha ha ha..." selanya sambil tertawa

Saipul  : "betul seratus..makanya bantu juga kita pikirkan bersama bagaimana kita bangun ini kita punya daerah"

Tiba-tiba muncul seorang wanita dari dalam rumah "eh pak bupati...lama tidak ketemu" ucapnya sambil tersenyum kemudian menyalami sang bupati

La Jonga  : "kita bikinkan pale dulu air panas tawwa...soalnya orang lama ini baru ketemu" ucapnya sambil tersenyum kepada istrinya

Istri La Jonga : "iye pale pak bupati...kita duduk-duduk mi dulu sa ke dalam bikin air panas di..." ucapnya sambil berlalu

La Kojo   : "pak bupati apa mi kira-kira ini sa bisa bantu kan kita...kalau uang ma saya tidak ada kasian ha ha ha" ketiganya kemudian tertawa mendengar ucapan La Kojo

La Jonga : "ha ha kamu kan jagonya berpikir kaya abunawas...ma itu saja ko bantukan dia...tapi jangan yang tipu tipu toh" jawabnya

Saipul   : "betul itu..kira kira apa lagi idemu yang bisa kita bahas hari ini" jawabnya sambil manggut-manggut

Mendengar jawaban itu, La Kojo kemudian tertunduk sejenak memikirkan sesuatu lalu tiba-tiba "ah...begini pak bupati..." ucapnya dengan nada serius

Saipul  : "apa itu..." ia pun menjawab dengan serius, sedangkan La Jonga hanya menatap kepada La Kojo menanti ide gila apa lagi yang akan di berikan kawan karibnya itu.

Lanjutkan Membaca Bupati "Impian" Bagian 2

2 Komentar

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama